Isi Pilihan

'selamat ulang tahun', bisikku

ruangan ini sudah dihiasi pita warna-warni juga balon aneka warna. bunga, boneka dan beberapa mainan juga disusun sedemikian rupa, menambah semarak suasana. di meja depan, tersedia topi kerucut dengan gambar-gambar lucu, terompet dengan rumbai-rumbai dan segala pernik pesta lainnya. juga toples-toples kue dan gula-gula kesukaan anak-anak. sementara alunan musik ceria terdengar meriah sekali.

benar, hari ini anakku berulang tahun. dan lihat, baju baru sudah dikenakannya. ah, cepat sekali dia besar. rasanya baru kemarin dia menjadi bayi. cepat sekali dia tinggi. dan syukurlah, aku mewariskan mata indah untuknya. juga rambut ikal yang membuat gemas siapa saja.

dan badut perut besar berhidung merah juga sudah datang. berseragam lucu seperti bintang laut berwarna ungu.

tidak lama, satu persatu teman-teman anak kami datang. menyampaikan salam, memberi kado dan buru-buru merubung badut. sore ini rumah kami begitu meriah. balon. terompet. pita. kado. anak-anak.

nampaknya semua teman sudah berkumpul dan si badut memulai aksinya.

mengucap selamat datang, berterimakasih atas waktu sembari melawak. membuat anak-anak tergelak. bermain sulap. menyanyi. menari. membagikan hadiah. sungguh, sebuah pesta yang meriah.

seorang lelaki, dia suamiku, ayah anak lelakiku, sibuk mengabadikan suasana ceria.

'tiup lilinnya. tiup lilinnya. tiup lilinnya sekarang juga', begitu si badut mengajak teman-teman bersorak.

anak kami. masih belum tahu harus bagaimana. tidak segera menuju depan justru ikut bersorak, berjingkrak. si badut membimbingnya. membujuk si kecil agar meniup dua lilin yang sedang menyala di atas kue.

si kecil terbujuk.

dihembusnya nyala lilin. sekali, belum padam. dua kali belum bisa. si lelaki mendekat. 'ayo sekali lagi nak', pintanya. teman-temannya kembali bersorak. 'tiup lilinnya. tiup lilinnya. tiup lilinnya sekarang juga'. si kecil kembali menghembus. ajaib, kali ini ujung lilin mengepulkan asap. padam. barangkali si lelaki yang diam-diam membantunya.

sontak, si badut dan teman-teman bertepuk tangan. 'panjang umurnya. panjang umurnya. panjang umurnya serta mulia', begitu doa mereka.

ah, anakku. aku ikut bersorak.

si lelaki menciumnya. aku juga.

lantas kue mulai dipotong-potong. tidak terlalu besar sehingga semua kebagian. setelahnya, kotak nasi mulai dibagikan. si badut memimpin anak-anak makan. dimulai dengan doa. dan dengan gerakan tertentu dia seperti menyihir anak-anak sehingga tertib. menyantap habis makanan sajian.

tidak terasa malam sudah datang. saatnya pulang.

ah, anakku. aku kembali menciumnya.

ah, anakku. bunda ikut senang. segera besar. mudah-mudahan menjadi anak pintar.

ah, anakku. aku menangis haru.

ah, anakku. aku kembali menciumnya.

'peluk bunda nak', bisikku. permintaan yang sia-sia. aku memang bisa memeluknya. tetapi tidak dengannya. aku memang bisa melihatnya. tetapi tidak dengannya. aku bisa menyentuhnya tetapi tidak dengannya.

kami belum pernah sekali pun berpelukan.

kami sekali pun belum pernah bertemu.

aku meninggal ketika melahirkannya.

ah anakku. bunda harus kembali pulang. 'selamat ulang tahun', bisikku sambil menciumnya sekali lagi. juga kepada si lelaki.

dan seperti asap pada lilin padam, tubuhku meliuk sebelum kemudian terhempas terbang. menghilang.


*sebuah september di pinggiran solo
untuk anak kami, i maheswara cetta gantari ; selamat berulang tahun

15 merimbun:

sa mengatakan...

anakmu yang berulang tahunkah, gre? selamat ulang tahun. moga panjang umur.

dan sang bunda. istrimu kah? aku takut mengambil kesimpulan yg mungkin salah.
atau ini hanya sebuah cerita, bukan nyata?

met wiken.

Erin mengatakan...

Mas Gre... Kali ini saya menangis membaca daun lontar...
Belum lama juga anak saya (seharusnya) berulang tahun.. Dan seperti itu, saya pun hanya bisa membisikan pemintaan yang sia-sia untuk berpelukan...

viga mengatakan...

met ultah juga yahhhh!!!!!!!

Imponk mengatakan...

kue bagianku mana?
Met ultah yah..

tante atta mengatakan...

selamat ulang tahun. panjang umur. semoga selalu berbahagia. *hug Mode ON*

Tuteh mengatakan...

Selamat Ulang Tahun untuk adek :)
All the best for you deh ^^

Met wiken untuk keluarga pak Gre :)

Lhukie mengatakan...

Selamat ulang taun, anaknya Oom Gre :)
semoga panjang umur...

Amelia Dewi mengatakan...

ahhh menyentuh sekaliiii

buitenzorg812 mengatakan...

mas gre, met ulang tahun buat anaknya. moga segala do'a yang diucapkan, Allah kan mengabulkannya, amin...

mas, pertanyaanya sama kaya' mas said, apakah seperti itu kenyataannya? maaf kalo aku juga turut mengambil kesimpulan yang salah.

Wicak mengatakan...

salam kenal mas gre.

daus mengatakan...

heuheuheu .. liat2 detikinet, eh ketemu mas gre lagi .. kok udah lama nggak aktif di milis pengarang? minta bukunya satu dong, mas :p

Anonim mengatakan...

Met Ultah for adik kecil semoga jadi kesayangan ayah dan bunda selalu, dalam kehidupan yang penuh cinta!! ~ FROM: Tante Jo yang masih shock, karena tadi pagi liat di tipi ada bayi yang dibuang ditempat sampah dalam keadaan hidup, dengan mulut dilakban dan tali pusat masih melekat! ~ JOWINDI

paulin mengatakan...

wow, keren bngt blognya. lam kenal yach! di kampung asalku, timor, bnyk daun lontar lho, he3.

teakfurniture mengatakan...

apik banget ajari tho cak !!!!!!!!!!!!

gadiskecil mengatakan...

pertama kali baca sudah disuguhi dengan sebuah cerita yang sungguh sungguh menyentuh...bener gak tuh??
selamat ulang tahun adek..wish you all the best
om gre...ajarin saya nulis donk.suka mentok neh
hihihih...matur nuwun

Poskan Komentar