bahagia bersama purnama
ketika kecil dulu, kami bisa bahagia bersama purnama.bersama tetangga sebaya, kami berkumpul di halaman, bertautan tangan membentuk sebuah lingkaran. 'jamuran', begitu permainan kami namakan.
sebelumnya kami hompimpah, mengundi siapa menang siapa kalah.
kalah atau menang, kami tetap riang. menang atau kalah, kami tetap senang.
yang menang, bergandengan melingkar sembari menembang (dan betapa telah tuanya saya sekarang, sehingga syair dan irama aslinya telah terlupa). sementara yang tidak menang, harus rela berdiri di dalam kalang.
jamuran.. jamuran... godhong gedang... begitu kira-kira syairnya. tiba pada kalimat 'siram bayem jamur apa!', dia yang berada dalam kalangan lantas berteriak menyebut sebuah gerakan pura-pura yang wajib kami perbuat.
'jamur montor!'
dan kami berubah menjadi berbagai kendaraan beroda. ada yang menjadi mobil polisi. ada yang menjadi dokar. ada yang menjadi sepeda motor. ada yang menjadi kereta. masing-masing kami bergumam menirukan suara tiap-tiapnya sembari berjalan mondar-mandir. hingga terdengar lagi sebuah suara.
'jamur patung!'
lantas kami bergegas menjadi patung. diam tak bergerak. tidak boleh tersenyum. tidak boleh tertawa. meski digoda. meski diajak berbicara.
dia yang tertawa akan terkena denda. dia yang tersenyum akan dihukum.
bila sudah ada yang terkena, kami lantas bermain lagi dari mula. bila sudah ada terhukum, kami yang terbebas bisa lega tersenyum.
yang kena denda, masuk ke dalam kalang. yang lainnya, bergandengan tangan melingkar dan mulai menembang. jamuran... jamuran... godhong gedhang....
tiba pada kalimat 'siram bayem jamur apa!'.
'jamur monyet!'
dan kami segera melepas tautan tangan. semua berhamburan. macam-macam gerakannya. ada yang dengan segera memanjat pohon. ada yang hanya menggaruk-garuk kepala. ada yang sesekali meloncat-loncat. ada yang seketika duduk dan berpura-pura seperti sedang mencari kutu pada kepala temannya.
kami terpingkal karenanya. tapi kami tidak berani tertawa.
sakit perut kami karenanya. meringis kami menahan tawa.
'jamur patung!'
maka seketika itu juga kami tidak boleh bergerak. seketika itu juga kami tidak boleh tertawa.
nyatanya ada yang tidak bisa, tetap terpingkal sehingga terkena denda.
sementara malam terus diremangi rembulan. tembang jamuran... jamuran... godhong gedang.. siram bayem jamur apa!... terus kami nyanyikan.
Labels:
cermin,
roncean aksara
Langgan:
Poskan Komentar (Atom)
9 merimbun:
Peggy Fleming
Get expert advice and share your thoughts. Breast Cancer Yoga Nutrition & Weight Loss Depression & Anxiety View All Health Expert Blogs Report Abuse Join the discussion.
Now that's some good blogging! Can't wait to read more. I'll be back for another dose.
I have a parker pen site. My site covers parker pen related stuff. It's a pretty cool site with a bunch of parker pen examples.
I hope you enjoy!
A real enlightening blog. Don't stop now. Here's a subject that interests many; how to buy & sell everything, like music on interest free credit; pay whenever you want.
Technology Redefines Sales and Advertising
Enter the Email address of the person you are forwarding this item to. Subject Subject line of the email that will be sent to the email address entered above.
Hey, you have a great blog here! I'm definitely going to bookmark you!
I have a ##travel## site/blog. It pretty much covers ##cheap airline tickets## plus other related stuff.
You can save 10-40% off your next trip.
Come and check it out if you get time :-)
;adang mbulan, memang mengesankan gre... apakabar aes gre? tambah guanteng yaa...
kapan-kapan ikutan main boleh?
wah, seru banget... aku dulu gak main jamuran, mainnya ular naga :)
kita emang udah tua :p
kata-kata yang dipakai berirama sekali.
Mas Gre, sepatu yang ditawarkan model apa?
Btw, kalo main jamuran, tapi jawabannya "JAMUR KULIT" tebakkannya apa ya mas?
isih eling wae bocah iki. nek aku malah kelingan gobak sodor gre. piye carane maen gobak sodor gre? :D
Poskan Komentar