Isi Pilihan

kenangan

Bila dikonversikan dalam satuan gigabyte, berapa besar ukuran sebuah file bernama kenangan tentang seseorang?

Kenangan. Pemicunya bisa saja sederhana: satu kata, sebuah cerita, sepotong lagu, secuplik adegan film yang sedang tayang di televisi, dering telepon yang mengingatkan kita bahwa seseorang di sana selalu merindukan kita, atau pemicu yang tak terlihat, mengawang, menebarkan kerinduan akan yang telah silam.

Kenangan, terkadang begitu saja hadir menyela tanpa butuh undangan.

Seperti setitik tinta yang menitik di atas selembar kain, meresap di jalinan benang, membentuk noda yang semakin melebar memanjang meluas. Satu perihal bisa merembet meletupkan kenangan-kenangan lain secara acak atau berurutan, teratur, rapi, atau melompat-lompat.

Kenangan. adalah kumpulan layang-layang dengan tali yang tertambat pada tenunan otak. Sekarang padamu tali itu terlepas ikatannya. Namun aku berjanji akan meraihnya sebelum mereka terbang lebih jauh, menangkapnya untuk dibawa kembali padamu. Bukankah hidup juga terangkai oleh kenangan?

dicuplik dari puing. halaman 3, 4 dan 245
gambar oleh devianart.

sebuah do'a untuk anak lelakiku

hampir saja anak saya kehilangan kesempatan untuk belajar di sekolah pilihannya.

dan itu semata disebabkan oleh kebodohan saya.

setelah mengambil lembar pengumuman, anak saya dinyatakan diterima. sayangnya, saya tidak langsung mendaftar ulang sebagaimana tertera sebagai syarat yang ditentukan. padahal sudah jelas disebutkan apa saja syarat yang harus dipenuhi dan kapan batas penunaiannya, ditambahkan pula sebaris kalimat dibwahnya, apabila lewat dari batas yang ditentukan syarat termaksud tidak terpenuhi maka diartikan oleh pihak sekolah sebagai bentuk pengunduran diri.

dan saya melewatkan batas akhir tanpa pernah menunaikan satu syarat pun.

maka wajar apabila satu bulan kemudian bapak kepala sekolah bersikukuh nama anak saya telah dihapus dari daftar sehingga telah hilang haknya sebagai calon anak didik di perguruannya.

kecuali bila hingga sore hari ini satu orang calon anak didik lainnya juga tidak memenuhi syarat yang telah ditentukan. maka saya diminta menghadap kembali keesokan harinya. sebuah peluang yang amat sangat kecil.

sepanjang hari saya terus berdoa agar anak saya bisa mendapat kesempatan untuk bersekolah di sana.

dan pagi tadi saya kembali menanyakan keputusan bapak kepala sekolah. doa saya terkabul. alhamdulillah. anak saya kembali masuk dalam daftar. saya begitu gembira mendengarnya. saya tersenyum dan segera memenuhi syarat yang ditentukan meski belum tunai semua.

barangkali karena terlampau bergembira saya menjadi gugup sehingga duapuluh lembar uang yang saya serahkan hanya saya hitung sebagai sembilanbelas saja.

untunglah, ibu pegawai dengan jujur mengatakan telah menerima duapuluh lembar, bukan sembilanbelas seperti saya kira. maka bertambah keyakinan saya, bahwa sekolah ini merupakan pilihan yang tepat untuk anak saya.

dan kembali terucap sebuah do'a, semoga bertambah mulia akhlak anak saya seperti para pendidiknya. amiin.

pagi yang berubah indah

bagiku ini bukan pagi yang cerah. sebab saya sedang merasa gundah.

sore kemarin, dalam balutan amarah kami berpisah, hubungan kami berakhir. seribu lembar hari yang pernah kami warnai, mendadak terlihat suram. amarah membalik paduan merah, jingga, kuning, hijau, biru, nila dan ungu menjadi hitam, bukan putih. beberapa kisah indah yang sebelumnya pernah kami jalani seperti tidak pernah ada, semua hilang tanpa kenang.

semalaman saya berniat menghimpun segala rasa sedih dan kecewa lalu membuangnya. namun pagi ini saya masih merasa jelek, tidak patut lagi mendapatkan cinta dari gadis mana pun.

dan sebuah rambu lampu merah memaksa saya -seperti pengguna jalan yang lain, serempak sejenak berhenti. barangkali bukan sebuah kebetulan, saya menoleh ke samping dan pada saat yang sama, seorang perempuan muda melakukan gerakan serupa, sehingga kami sekarang saling pandang.

entah siapa yang memulai, tiba-tiba saja kami berbalas senyum.

caranya memandang, caranya tersenyum dan nyala lampu hijau mengakhiri kebodohan yang semalaman saya ciptakan. bahwa masih begitu banyak cinta di luar sana.

dan kini, sebelas tahun sesudahnya, sesekali saya masih melewati jalan itu. berharap kembali bertemu dengan perempuan yang tersenyum di sebuah pagi. sekadar berterimakasih kepadanya, atas pagi yang berubah indah.

lagajawara

saya merasa jemari saya tidak lagi lincah meronce kata. layaknya pelari, seharusnya saya tetap menjaga irama langkah saya agar selalu ingat bagaimana mengatur napas. bukannya lantas bersandar ke batang pohon teduh, berniat sejenak rehat di bayang rimbunnya hingga tanpa sadar sudah lelap tertidur lama. ketika terjaga, rasa lemas dan malas sudah sudah menjadi karib sang raga. sehingga lelah menjadi sulit untuk enyah.

kembali memulai, sebenarnya menjadi niatan hati saya. dan sebuah lagajawara yang diselenggarakan oleh Autoblackthrough, semoga menjadi picu bagi jemari saya agar kembali tekun meronce kata yang berirama.

tidak tertarik?

mungkin Blackinnovationawards patut anda coba.